Membangun prjct., studio undangan digital
Undangan pernikahan digital sering terasa seragam: template yang sama, hanya nama yang berganti. Dari situlah prjct. berangkat. Saya ingin undangan terasa personal, mudah dibuat, dan nyaman dibuka tamu lewat ponsel.
Dari halaman kosong sampai siap dibagikan
Alur prjct. saya susun sederhana. Pengguna memilih template atau mulai dari kosong, lalu melengkapi cerita, foto, jadwal, dan lokasi di editor. Template hanya menjadi titik awal, karena isi dan detail acaranya tetap milik mereka.
Mengelola tamu di satu tempat
Undangan tidak berhenti saat dibagikan. Karena itu saya membuat dashboard untuk mengelola tamu, RSVP, dan ucapan, sehingga semua respons terkumpul di satu tempat.
Coba dulu, bayar saat siap
Draf dan preview privat bisa dipakai tanpa biaya. Paket Premium hanya dibutuhkan saat undangan siap dipublikasikan, dan harga serta batas penggunaannya terlihat sebelum pembayaran. Bagi saya, kejelasan seperti ini sama pentingnya dengan tampilan.
Yang saya pelajari
Membangun prjct. mengajarkan bahwa produk yang baik bukan hanya soal fitur, melainkan soal mengurangi keraguan di setiap langkah, mulai dari memilih template sampai tamu membuka undangan.